HOKIDEWI 🌾 Mengapa Dewi Sri lekat dengan padi dalam cerita Nusantara? Jejak kisah dan lambangnya membuka cara memahami hubungan mitos, panen, dan tradisi tanpa menyamakan semua versi daerah.
Before you buy
-
Review the item preview
-
Check software compatibility
-
Read the license terms
-
Check the included files

Product details
Dewi Sri lekat dengan padi karena sosoknya berada di persimpangan kisah tentang asal-usul pangan, kesuburan, dan panen. Ia dikenal sebagai dewi padi di Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi. Pemujaan terhadap dewi padi juga dikaitkan dengan perkembangan dan penyebaran penanaman padi di Asia, yang kemudian memengaruhi masyarakat di Nusantara.[1]
HOKIDEWI: membaca padi sebagai pusat kisah
Banyak mitos tentang Dewi Sri berkaitan dengan asal mula tanaman padi. Namun, satu tema bersama tidak berarti semua daerah memiliki cerita yang sama. Kisah tentang roh pemberi kesuburan memang memiliki perbedaan setempat dan tersebar di berbagai kawasan Asia Tenggara.[1] Dengan begitu, hubungan Dewi Sri dan padi lebih tepat dibaca sebagai keluarga kisah yang beragam, bukan satu cerita tunggal yang berlaku di seluruh Nusantara.
Fokus pada asal-usul padi memberi kisah itu makna yang dekat dengan kehidupan agraris: padi bukan sekadar latar, melainkan pangan yang penting dan lambang kesuburan. Ini adalah cara membaca kaitan antara mitos dan panen, bukan klaim bahwa setiap masyarakat menuturkan atau memaknai Dewi Sri dengan cara identik.[1]
Asal-usulnya tidak punya satu penjelasan
Hubungan Dewi Sri dengan tradisi Hindu kerap hadir lewat penyamaannya dengan Sri Laksmi, dewi Hindu yang dikenal sebagai pasangan Wisnu. Namun, asal-usul pemujaan dewi padi di Nusantara memiliki lebih dari satu tafsir. Denys Lombard berpendapat bahwa sosok mitologis Dewi Sri berasal dari India, sementara peneliti Titi Surti Nastiti berpendapat pemujaan dewi padi telah ada sebelum pengaruh Hindu-Buddha dari India.[1]
Pemujaan dewi padi juga tercatat tersebar di daerah yang tidak dipengaruhi kebudayaan India.[1] Karena itu, penyamaan Dewi Sri dengan Laksmi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh tradisi padi di Nusantara. Kedua hal itu dapat dibaca berdampingan: ada hubungan dengan figur Hindu, sekaligus jejak pemujaan lokal yang tidak bisa diringkas menjadi satu asal-usul.
Lambang padi membedakan penggambarannya
Perbedaan tafsir tampak pula pada penggambaran arca. Sumber menyebut arca batu dan perunggu yang disebut Dewi Sri berasal dari zaman Jawa kuno, dengan ikonografi yang berbeda dari murti Sri Laksmi di India. Dalam penggambaran India, Laksmi sering membawa bunga padma atau teratai merah; penggambaran Dewi Sri di Indonesia berkaitan dengan padi, termasuk atribut berupa setangkai padi di tangan kiri.[1]
Perbedaan lambang ini membuat padi lebih dari penanda visual. Ia menghubungkan sosok Dewi Sri dengan pertanian dan kesuburan, dua hal yang memang lekat dalam pemujaan dewi padi di masyarakat Indonesia.[1] Nama Sri sendiri berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki arti yang mencakup kemakmuran, kekayaan, kesehatan, kecantikan, dan keberuntungan; nama itu juga digunakan untuk Laksmi.[1] Pertautan nama dan lambang memperlihatkan kedekatan makna, tanpa menghapus perbedaan penggambaran.
Panen dan kerentanan dalam satu sosok
Dalam kepercayaan yang dirangkum pada kisah Dewi Sri, perannya mencakup kesuburan dan perlindungan kehidupan. Ia dikaitkan dengan pengaturan bahan makanan, terutama padi, serta dengan kemakmuran dan panen berlimpah. Sosok yang sama juga dikaitkan dengan kemiskinan, kelaparan, hama, dan penyakit.[1] Maka, hubungan Dewi Sri dengan panen bukan hanya gambaran tentang hasil yang baik: ia juga menampung kecemasan terhadap keadaan yang mengancam pangan.
Jejak kisah dan lambangnya memberi dua pintu untuk memahami kaitan Dewi Sri dengan padi: cerita tentang asal-usul tanaman dan penggambaran yang menempatkan padi sebagai atributnya. Keduanya bertemu dalam tema kesuburan dan kehidupan, sementara perbedaan versi daerah mengingatkan bahwa tradisi Nusantara tidak seragam.[1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Dewi Sri. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30008492&title=Dewi_Sri (diakses 2026-10-17).
Categories
